Jurus Mabuk Untuk Penulis Amatir Yang Takut Memulai

TANBIHUN.OR.ID-Hari ini Minggu pon 20 desember 2015 tepat pukul 14:17 wib saya niat mulai menulis lagi setelah hampir 3 tahun vakum. Sebelum saya membeberkan “apa saja yang saya lakukan selama 3 tahun terakhir ini?” ijinkan saya curhat dulu. Sungguh benar ungkapan ;

“SEGALA SESUATU ITU PALING SULIT ADALAH MEMULAINYA” 


Kesulitan ini benar-benar saya rasakan saat ini, untuk memulai menulis lagi di blog terasa berat, saya yakin pembaca sudah mengetahui penghalang itu datangnya dari diri sendiri. Bermacam kata-kata keluar berbisik dalam hati, seakan diriku berubah jadi beberapa wujud. Apa saja yang mereka bisikkan? Berikut ini diantaranya;

Penghalang: “Ngapain kamu nulis kemudian di share di blog?untuk mengggurui yang membaca? Apa kamu merasa lebih pandai?”

Saya : “Saya menulis untuk diriku sendiri, karena ilmu dan pengalaman yang saya alami akan hialng kalau tidak ditulis, sebab lupa. Juga pastinya saya akan mewariskan kepada anak cucu saya pengetahuan yang saya pahami” 

Penghalang: “Kalau begitu nggak usah dishare toh hanya untuk diri sendiri kan?” 

Saya: “ O…. Saya memperoleh manfaat dengan menshare tulisan, antara lain; Saya beramal ilmu. Saya juga mendapat tambahan ilmu yaitu belajar menyadari, mengendalikan respon saya terhadap respon pembaca.” 

Penghalang: “Itu kalau benar, kalau tulisanmu ternyata salah?” Saya: “Saya sering berdo’a KETIKA SAYA SALAH SEMOGA YANG MELIHATNYA MENJADI MENGINGATMU YA ALLAH dan KETIKA SAYA BENAR DAN TERLIHAT BENAR SEMOGA YANG MELIHATNYA MENGINGATMU YA ALLAH. Bukannya hanya itu, saya juga akan belajar memperbaikinya. 

Penghalang: “Oke, lalu kamu mau nulis tentang apa? Paling dijagad maya, buku-buku sudah banyak beredar, dengan kwalitas tulisan yang jauh lebih hebat dan keren”.

Saya: “Pokoknya saya akan menulis seperti saya biasa menulis di medsos atau seperti saya berbicara sehari-hari, nggak ada aturan baku, nggak harus memenuhi kriteria tertentu, dan saya akan terus belajar sambil terus menulis”. 

Penghalang: “Yo wis sak karepmulah!” 

Saya: “ Hahahahahha…… sobat jangan ngambek, sebenarnya dari tadi saya akan mengucapkan terima kasih, karena apapun yang kamu katakan motivasinya adalah untuk membantuku, menyelamatkanku, karena kamu cinta kepada saya, seperti aku juga mencintaimu”. 

Si penghalang yang ternyata sisi gelap diriku sendiri itupun akhirnya terdiam dipojok jiwaku sambil mengamatiku yang mulai memencet keyboard laptop.(em.yazid)

Belum ada Komentar untuk "Jurus Mabuk Untuk Penulis Amatir Yang Takut Memulai"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel