Watermark Dalam Kitab Syaikhina Haji Ahmad Rifa'i
20 Mei 2017
Edit
TANBIHUN.ID- Mengkaji kitab-kitab karya Syaikhina Haji Ahmad Rifa'i tidak akan pernah bertemu dengan kata habis. Terlalu banyak yang masih tersembunyi belum pernah terjamah. Mengingat Karya-karya beliau merupakan karya-karya klasik yang menyimpan banyak keindahan dari segi sastra.
Kali ini penulis akan sedikit menguak rahasia dibalik penulisan Kitab Karya Syaikhina Haji Ahmad Rifa'i dari sisi fisik, lebih khusus tentang kertas yang digunakan beliau. Menurut sejarah pada masa penjajahan Belanda pasar kertas dimonopoli oleh piha VOC. Alhasil tidak sembarangan orang bisa mendapatkan kertas.
Ditangan penulis ada satu paket kitab yang konon menurut pemilik turun temurunyaitu KItab Abiyanal Hawaij. Kitab ini ditulis jaman Syaikhina Haji Ahmad Rifa'i oleh murid generasi awal dan kitab ini juga sudah di shohih/ditashih oleh Syaikhina Haji Ahmad Rifa'i dengan cara dibuat ngaji, Syaikhina Haji Ahmad Rifa'i membaca dan merangkan kitab Abiyanal dan si murid menyimak dengan seksama sambil mengoreksi kitab yang ada pada dirinya.
WATERMARK KERTAS
Salah satu ciri kitab-kitab yang ditulis pada masa Syaikhina Haji Ahmad Rifa'i pada kertasnya terdapat Watermark (tanda air) yaitu logo yang nampak ketika kertas diterawang dengan disorot cahaya dibaliknya. Hanya saja karena keterbatasan pengetahuan penulis tentang kertas jaman VOC kami hanya baru bisa melihat belum bisa memastikan dari mana asal muasal kertas.
Kalau dilihat dari logonya sepertinya logo tersebut identik dengan logo-logo kerajaan Belanda. Mungkin ada sahabat pembaca yang tertarik untuk meneliti lembih lanjut?
(zid/penelitian1)
Berikut penampakan Kitab Abiyanal Dengan Watermark:


