ABYANAL HAWAIJ PERTEMUAN 1
Oleh : Ahmad Ar Rifa’i Alif
Tanbihun,
inilah nadzom Abyanal Hawaij namanya, terjemah yang berisi tiga bidang ilmu syari’at yaitu Ushuliddin, Fiqih dan
Tasawuf, buah karya dari Haji Ahmad Ar Rifa’I Ibni Muhammad, Syafi’iyyah
madzhabnya dan Ahlussunnah Thoriqotnya
(
Kitab Abyanal Hawaij adalah salah satu karya Syeikh Ahmad Ar Rifa’I yang berisi
tiga bidang ilmu pokok yaitu Ushuliddin atau Tauhid, Fiqih dan Tasawwuf atau
Tazkiyatun Nufus,. Kitab ini terdiri dari 6 Jilid dan seluruh isinya berupa
nadzom yang bukan
hanya memuat tiga ilmu pokok di atas namun juga berisi kritik sosial terhadap
prilaku masyarakat Jawa pada waktu serta prilaku orang alim yang menjadi hamba
penjajah Belanda.
Syeikh Ahmad Ar Rifa’I juga menegaskan bahwa dalam bidang
Ushuliddin beliau berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah yakni pengikut Al Imam Abu
Hasan Al Asy’ariy dan Abu Manshur Al Ma’turidi seperti yang dikemukakan oleh
Imam Zabidi Al Murtadho dalam Al Ithafnya
إذا اطلق أهل السنة والجماعة فالمراد
بهم الأشاعرة والماتريدية
Ketika di katakan Ahlussunnah wal jama’ah maka yang
maksudkan dengannya adalah Asya’iroh dan Ma’turidiyyah (Ithaf Saddatil
Muttaqiin Juz 2 hal. 6 )
Adapun dalam bidang fiqih beliau mengikuti madzhab Imam
Asy Syafi’i )
BismillahirrahmaanirrahiimMiwiti hamba ing Nadzom iki Tarojumahan *** Sarto nebut asmane Allah murah kadunyanKang asih ing mukmin sawargo pinaringan *** besuk teko akherat langgeng kahuripanWajib syukur ing Allah pangeran setuhu
Aku memulai mengarang nadzom tarjamah ini , sembari
menyebut asma Allah yang maha pemurah dalam urusan dunia dan maha pengasih
terhadap orang mukmin dengan memberikan surga, kelak akan hidup kekal di
dalamnya.
( Syeikh memulai mengarang kitab ini dengan membaca
basmalah karena mengikuti sunnah dimana Nabi bersabda:
كل أمر ذي بال لا يبدأ باسم الله
الرحمن الرحيم فهو أقطع
Segala hal yang baik yang tidak dimulai dengan basmallah
maka terputus barokahnya. HR Ibnu Hibban, Ahmad, Daroquthniy dan dishahihkan
oleh Imam Nawawi dan Ibnu Hajar. Sementara sebagian ulama menghasankannya.
Disamping karena alasan ittiba’ kepada Nabi juga
mengikuti tradisi salaf dimana mereka selalu memulai kitabnya dengan basmallah.
Adapun makna bismillaahirrohmaanirrohiim adalah dengan
menyebut asma Allah yang Maha Pemurah dalam urusan dunia, “Ar-Rahman”
menunjukkan rahmat Allah Ta’ala yang sangat luas, yang meliputi seluruh
makhluk, termasuk hamba-Nya yang kafir. Hal ini sebagaimana kaidah dalam bahasa Arab,
karena “Ar-Rahmaan” mengikuti pola (wazan) (فعلان)
(fa’laan) yang berarti “penuh atau sangat banyak”. Contohnya adalah (غضبان) (ghadhbaan) yang menunjukkan
orang yang sedang dipenuhi dengan rasa marah. Sehingga “Ar-Rahmaan” kurang
lebih bermakna “Dzat yang dipenuhi rasa rahmah mencakup seluruh makhluk.”
Dan hal ini adalah terkait nikmat di dunia.
Sedangkan “Ar-Rahiim” adalah rahmat atau
kasih sayang yang khusus ditujukan untuk
orang-orang yang beriman dengan diberikannya kehidupan surha yang kekal
kepadanya, Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,
هُوَ الَّذِي يُصَلِّي
عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ
وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا
“Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan
ampunan untukmu), supaya dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya
(yang terang). Dan adalah Dia (Allah) Maha Penyayang kepada orang-orang yang
beriman.” (QS. Al-Ahzab [33]: 43)

Belum ada Komentar untuk "ABYANAL HAWAIJ PERTEMUAN 1"
Posting Komentar