Sikap Politik 'Ala Santri Terong Bakar
TANBIHUN.ONLINE- Gegap-gempita Pilpres 2019 sudah beberapa bulan ini semakin riuh. Jurus-jurus maut pun sudah dilontarkan demi menjatuhkan mental lawan sebelum naik ring. Mulai dari jurus kunyuk melempar buah, kapak sakti sampai ajian-ajian yang hanya bisa dikeluarkan setahun sekali.
Tidak terkecuali ranah keagamaan tak luput dari hingar-bingar Kampanye baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi.
Ada yang menarik setidaknya bagi penulis yang notabene masih dianggap Santri (karena pernah mondok).Yaitu ketika kami pernah terkena jurus kampanye dari kedua mempelai.
"Kita sebagai santri harus merapatkan barisan demi keutuhan NKRI" kata lapak satu
"Sebagai santri kita harus jelas dalam bersikap, jangan sampai orang baik diam, karena nanti orang jahat yang berkuasa" kata lapak yang satunya
Ditengah situasi yang kian memanas ini, kami sering "terdesak" diantara cebong dan kampret yang entah sampai kapan saling hajar.
Sikap yang tidak jelas malah bisa diserang dari kedua sisi. Busyeettt...........
Apa Jawaban kami?
"Kang, Kalau dulu jaman Rosulullah SAW sikap para Muslimin sangat jelas, ketika diwajibkan perang melawan orang-orang kafir tak ada keraguan sedikit pun. Karena yang memerintahkan Nabi yang pasti benarnya, dan yang jadi lawannya orang-orang kafir yang jelas salahnya."
"Lha sekarang ini?"
"Yang mengkomando belum mesti benarnya yang dilawanpun belum tentu salahnya, karena tidak jelasnya, maka sikap yang terbaik menurut kami ya sikap yang tidak jelas pula. yang penting saatnya nyoblos kami tetap nyoblos koq".
Sama-sama Shalat menghadap qiblat yang sama sudahlah, ngono yo ngono nanging ojo ngo-ngono nemen.(zid/01).
#hanya kucit yang bisa

Belum ada Komentar untuk "Sikap Politik 'Ala Santri Terong Bakar"
Posting Komentar