Bagi Yang Nyari Jodoh Belum Ketemu,Mungkin Ini Penyebabnya

TANBIHUN.OR.ID- Disuatu pagi yang sejuk, matahari tertutup awan mendung, angin seakan terhenti, suara burung derkuku bersahut-sahutan bernada gembira. Meskipun cuaca mendung dikampung Cempakamulia aktifitas penduduknya tetap berjalan normal. Para guru dan murid riang melantunkan asma'ul husna sebagai pembukaan kelas, para petani dengan tekun mencabuti rumput yang tumbuh disela-sela tanaman padi yang mulai berisi, semua berjalan seperti tak terganggu dengan cuaca yang mendung.

Sementara itu disebuah balai-balai belakang sebuah rumah duduk seorang pemuda, rambut ikal bermata bundar, dengan alis tebal, hidung agak mancung, terlihat tak ada yang aneh. Sepertinya ia sedang bersiap-siap entah mau pergi kemana.

Setelah mengunci pintu pemuda yang bernama Kartolo ini bergegas mengarahkan motornya kearah jalan raya, kira-kira 20 menit ia membelokkan motornya kearah kanan memasuki jalan desa, tak lebih dari 5 menit Kartolo menghentikan motornya didepan sebuah rumah, dilihat dari bentuknya rumah kemungkinan pemiliknya orang kaya, rumahnya megah terbuat dari kayu jati dengan tiang-tiang tebal, daun pintu depan ada 2 lapis, dipojok kanan rumah ada tiang bambu terpancang diatasnya ada sangkar burung perkutut yang sedang berkicau riang.

"Assalamu'alaikum" Ucap Kartolo sambil mengetuk pintu
"Wa'alaikumussalam" Terdengar jawaban dari dalam dengan suara berwibawa

Sang empunya rumah keluar dengan senyuman, sosok laki-laki paruh baya, rambut sebagian mulai memutih, dengan peci hitam tegak menghiasi kepala menambah wibawa.

Kartolo dipersilahkan masuk, duduk diruang tamu yang sejuk. Setelah berbasa-basi sebentar Kartolo menyampaikan maksud kedatangannya.

"Hehehehehhe........ Jadi nak Tolo merasa sulit menentukan jodoh, padahal banyak teman-teman wanita yang dekat, Sebelum aku jawab, ijinkan saya bertanya dulu, atas dasar apa nak kartolo datang ke saya?"

"Ma'af sebelumnya pak de, saya banyak mendengar kesaksian beberapa orang yang minta perantara jodoh lewat njenengan banyak yang qobul, baru satu bulan yang lalu tetangga saya yu surti yang dilabeli perawan tua dapat jodoh setelah kesini" Kartolo menjelaskan dengan hati-hati.

"Dan yang paling ajaib pak de memberikan isyaratnya dengan tepat, seperti kabar yang saya dengar yu surti katanya pak de suruh memakai baju biru dan tepat tanggal 1 Desember 2014 jam 9 pagi naik becak turun di depan masjid kauman alun-alun Kabupaten, nanti jodohmu akan ketemu disitu, dengan ciri-ciri seorang pria usia sekitar 45 tahun berpakaian kaos warna putih, bertuliskan "TAN HASIL ANGEN2 BELOKO DIENGGONI" tulisan dengan warna merah menyala".

"Terus?" sela pak de dengan tersenyum seperti melihat sesuatu yang lucu

"Ajaib pak de, yu surti benar-benar ketemu dengan pria dengan ciri-ciri persis yang disebutkan pak de".

"Kamu pengen istri yang seperti apa?" tanya pak de sambil menatap tajam seperti mau membaca pikiran dan hati kartolo

"Saya ingin istri yang sholihah pak de". jawab kartolo singkat
"Selama ini apa belum ketemu?"
"Belum pakde, malah ketemunya yang akrab malah sama cewek-cewek yang jauh dari sifat sholihah, semua nggak ada yang bisa ngaji, nggak pakai kerudung, pakaiannya celana ketat semua." 

"Ngger kartolo ......kamu masih ingat do'a yang sering kamu bisikkan malam-malam kepada Gusti Alloh?" suara pak de tiba-tiba berubah wibawa sekali.

Sejenak Kartolo mengingat-ingat sebelum menjawab.

"Kamu ingin istri yang sholihah kan? bukan pacar yang sholihah kan?"
"Inggih pak de".
"Seandainya wanita yang selama ini akrab denganmu dan kamu juga menaruh hati padanya, walaupun sekarang tampilannya jauh dari sifat sholihah, dan ketika jadi istrimu ia menurut diajari, dididik, akhirnya menjadi sholihah atas dididikanmu, apakah kamu masih menolaknya?"

Kartolo tertegun seperti tertotok oleh kata-kata seorang pria paruh baya yang dipanggilnya Pak de, kalimat-kalimat itu seperti pertanyaan yang tidak bisa ia jawab tapi juga tidak mampu ia bantah.

Ingatan kartolo mengembara ke alam bawah sadarnya, yang mengajaknya menemukan kata-kata yang mirip sekali dengan kata-kata pak de tadi. Kalimat senada pernah diucapkan oleh seseorang entah siapa yang tertulis disebuah koran bekas bungkus nasi bungkus warteg ketika kartolo masih merantau ke ibu kota.

"Buat kamu yang sedang mencari jodoh yang sholih/sholihah, aku beritahu bahwa ............ Sangat bisa jadi istri atau suami ideal yang kamu harapkan itu sekarang wujudnya berlawanan dengan wujud yang kamu harapkan".

"Bagaimana nak kartolo?" ucapan pak de membangunkan kartolo dari pengembaraan pikirannya.
"Inggih pak de, lalu cara mengetahui apakah wanita itu bisa atau siap dididik atau diarahkan bagaimana?"
"Hahahahahhahaha...... Nanti saya jelaskan, sekarang kopinya diminum dulu nanti keburu dingin, Udude ojo lali .... hehehhehehehe." (em.yazid)

3 Komentar untuk "Bagi Yang Nyari Jodoh Belum Ketemu,Mungkin Ini Penyebabnya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel